- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
PURA DALEM
Pura Dalem Pura Dalem adalah berfungsi untuk pemujaan kepada Dewa Siwasebagai bagian dari Kahyangan Tiga yang terdapat di setiap desa adat di Bali. Dalam sejarahnya, dahulu disebutkan Pura Dalem merupakan pemujaan kepada Dewi Durgasebagai Dewa utama dari Sekte Bhairawa, sehingga Pura Dalem ini sangat erat kaitannya dengan setradan Pura Mrajapati sebagai tempat pemujaan alam kosmis untuk menetralisir kekuatan positif dan negatif. Umat Hindu Bali percaya bahwa orang yang mati sebelum masuk sorga, mereka dibawa ke Pura Dalem Puri yang diyakini secara niskala dalam pura tersebut terdapat sebuah kawah yang disebut Candra Goh, jembatan yang disebut Titi ugal-agildan Tegal Penangsaran serta hutan pohon kayu curiga yang ada dalam pura dalem ini. Jajaran Pelinggih di pura dalem ini sebgaimana disebutkan dalam artikelesensi & konsepsi pura sebagai tempat suci di bali, pelinggih - pelinggih yang ada di pura dalem disebutkan : Gedong Linggih Sthana Dewi Durgha (Sakti Siwa)Linggi...
Sembahyang 4 : Doa Sebelum Belajar
apakah kamu berdoa dulu sebelum belajar ? Khan kamu tahu kalau sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan adalah Tuhan ? Sebaiknya kita sembahyang kepada Beliau sebelum belajar, bukan ? Tuhan sebagai sumber ilmu pengetahuan dilambangkan dalam Sarasvati. (ingat, Sarasvati adalah aspek feminim dari fungsi Tuhan sebagai pencipta. Sarasvati-Brahma). Dalam tradisi Hindu, kita tidak dilarang untuk mengekspresikan kecintaan dan rasa hormat dan rasa kagum dan rasa tunduk dan rasa kerinduan padaNYA, dalam bentuk Gambar, Arca, Patung, Ukiran, Nama, Pencitraan. Dalam agama kita, itu bukan dosa. Kamu boleh menggambar Sarasvati, asal kamu melakukannya dengan rasa hormat, dan kamu membayangkan Tuhan. Ucapkanlah doa berikut ini, sebelum mulai belajar : Om Sarasvati Namastubhyam Varade Kamarupini Vidyarambam Karisyami Siddhirbhavantu me Saddha.
Tempat Ibadah Kita ( Agama Hindu )
Tempat sembahyang kita ( Agama Hindu ) disebut berbeda-beda di berbagai belahan dunia. Di Bali, namanya Pura. Di India namanya Mandir. Di Jawa namanya Candi. Siapapun boleh memasuki tempat suci dan bersembahyang. Namun sesuai tradisi Hindu di Bali, Wanita yang sedang menstruasi tidak diperkenankan masuk ke dalam pura. Demikian pula, sesuai tradisi, mereka yang sedang berduka cita (karena ada keluarga yg meninggal), tidak diperkenankan memasuki Pura, sampai dengan jenasah yg meninggal, di kuburkan / dikremasikan. Bagian paling utama dari Pura adalah Padmasana. Disimbolkan sebagai kursi yang kosong. Mengapa kosong / mengapa tidak diukir Arca / Murti ? Karena dalam tradisi Hindu Bali, Tuhan disebut dengan Acintya (tidak terpikirkan). Orang memasuki Pura, dengan tujuan untuk bersembahyang. Karenanya, penting untuk menjaga kekhusukan dan konsentrasi, agar umat lain yang sedang bersembahyang tidak terganggu. Umumnya etika di Pura adalah : 1. Tidak bertengkar...
Kata-Kata Mutiara Hindu Bali
Wasita nimitanta manemu laksmi, wasita nimitanta pati kapangguh, wasita nimitanta manemu duhka, wasita nimitanta manemu mitra (Nitisastra, Sargah V. bait 3). Artinya : Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat. Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam, Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse, Mitrasya caksusa samiksamahe Yayur Weda XXXVI.18 Artinya : Semoga semua mahluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga saya memandang semua makluk sebagai seorang sahabat, semoga kami berpandangan penuh persahabatan. Man mana bhava madbhakto madyaji mam namaskuru, mam evai syasitbai vam atmanan matparayanah (Bhagavad Gita IX.34) Artinya : Pusatkan pikiranmu kepada-Ku, berbakti kepada-Ku, dan setelah kau mendisiplinkan jiwamu, maka Aku akan menjadi tujuanmu yang tertinggi dan...
3 hal yang sebaiknya dipelajari seorang Hindu
Belajar agama Hindu sangat mudah. Ingat saja, bahwa ada 3 hal yang perlu dipelajari. Pengetahuan Agama (Tatwa) : seperti Siapakah Tuhan, Siapakah Atman, Apakah Karma, Apakah Moksa, dan apakah Reinkarnasi. Budi pekerti luhur (Susila) : mengapa sifat tidak menyakiti (Ahimsa), tidak marah (Akrodha), tidak takut (Abhaya), dll semuanya penting ? Apasajakah ajaran-ajaran Susila, dalam agama Hindu ? Sembahyang (Upacara) : Mempersembahkan hasil karya kita kepada Tuhan, Mengucapkan mantram Gayatri, mengulang-ulang Nama Tuhan, dll Pernah seorang penulis mengumpamakan ketiganya, dengan sebutir telur. Yaitu sbb : Tatwa bagaikan kuning telur. Susila bagaikan putih telur. Dan Bersembahyang, bagaikan kulit telur. (Ketiganya sama-sama penting, bilamana salah satu diantaranya rusak / tercela, maka keseluruhannya akan rusak).