- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Kata-Kata Mutiara Hindu Bali
Wasita nimitanta manemu laksmi, wasita nimitanta pati kapangguh, wasita nimitanta manemu duhka, wasita nimitanta manemu mitra (Nitisastra, Sargah V. bait 3). Artinya : Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat. Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam, Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse, Mitrasya caksusa samiksamahe Yayur Weda XXXVI.18 Artinya : Semoga semua mahluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga saya memandang semua makluk sebagai seorang sahabat, semoga kami berpandangan penuh persahabatan. Man mana bhava madbhakto madyaji mam namaskuru, mam evai syasitbai vam atmanan matparayanah (Bhagavad Gita IX.34) Artinya : Pusatkan pikiranmu kepada-Ku, berbakti kepada-Ku, dan setelah kau mendisiplinkan jiwamu, maka Aku akan menjadi tujuanmu yang tertinggi dan...
Urut-urutan dan Mantra Sembahyang menurut Agama Hindu
Om Swasti Astu, Dalam kesempatan ini aku ingin berbagi sedikit urutan dan mantra sembahyang dalam ajaran agama hindu... saya yakin ada beberapa orang dalam sembahyang pasti tidak hafal dengan mantra mantranya... ( Ayooooo... ngak ada yang ngaku kan.. kayakna MALU dechh.. hehehe ) mari kita pahami satu persatu dan semoga sedikit bermanfaat dalam keseharian kita.. Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Sulinggih atau seorang Pemangku adalah seperti di bawah ini: 1. Sembah puyung (sembah dengan tangan kosong) Mantram: Om atma tattvatma suddha mam svaha. Artinya: Om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba. 2. Menyembah Sanghyang Widhi sebagai Sang Hyang Aditya Mantram: Om Aditisyaparamjyoti, rakta teja namo'stute, sveta pankaja madhyastha, bhaskaraya namo'stute Artinya: Om, sinar surya yang maha hebat, Engkau bersinar merah, hormat padaMu, Engkau yang berada di tengah-tengah terat...
PENGERTIAN DAN MAKNA UPACĀRA MAPANDES
Panca Yajña adalah lima jenis karya suci yang diselenggarakan oleh umat Hindu di dalam usaha mencapai kesempurnaan hidup. Adapun Panca Yajña atau Panca Maha Yajña tersebut terdiri dari: 1. Dewa Yajña. Ialah suatu korban suci/ persembahan suci kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan seluruh manifestasi- Nya yang terdiri dari Dewa Brahma selaku Maha Pencipta, Dewa Wisnu selaku Maha Pemelihara dan Dewa Siwa selaku Maha Pralina (pengembali kepada asalnya) dengan mengadakan serta melaksanakan persembahyangan Tri Sandhya (bersembahyang tiga kali dalam sehari) serta Muspa (kebaktian dan pemujaan di tempat- tempat suci). Korban suci tersebut dilaksanakan pada hari- hari suci, hari peringatan (Rerahinan), hari ulang tahun (Pawedalan) ataupun hari- hari raya lainnya seperti: Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Nyepi dan lain- lain. 2. Pitra Yajña. lalah suatu korban suci/ persembahan suci yang ditujukan kepada Roh- roh suci dan Leluhur (pitra) dengan menghormati da...
3 hal yang sebaiknya dipelajari seorang Hindu
Belajar agama Hindu sangat mudah. Ingat saja, bahwa ada 3 hal yang perlu dipelajari. Pengetahuan Agama (Tatwa) : seperti Siapakah Tuhan, Siapakah Atman, Apakah Karma, Apakah Moksa, dan apakah Reinkarnasi. Budi pekerti luhur (Susila) : mengapa sifat tidak menyakiti (Ahimsa), tidak marah (Akrodha), tidak takut (Abhaya), dll semuanya penting ? Apasajakah ajaran-ajaran Susila, dalam agama Hindu ? Sembahyang (Upacara) : Mempersembahkan hasil karya kita kepada Tuhan, Mengucapkan mantram Gayatri, mengulang-ulang Nama Tuhan, dll Pernah seorang penulis mengumpamakan ketiganya, dengan sebutir telur. Yaitu sbb : Tatwa bagaikan kuning telur. Susila bagaikan putih telur. Dan Bersembahyang, bagaikan kulit telur. (Ketiganya sama-sama penting, bilamana salah satu diantaranya rusak / tercela, maka keseluruhannya akan rusak).
PURA DALEM
Pura Dalem Pura Dalem adalah berfungsi untuk pemujaan kepada Dewa Siwasebagai bagian dari Kahyangan Tiga yang terdapat di setiap desa adat di Bali. Dalam sejarahnya, dahulu disebutkan Pura Dalem merupakan pemujaan kepada Dewi Durgasebagai Dewa utama dari Sekte Bhairawa, sehingga Pura Dalem ini sangat erat kaitannya dengan setradan Pura Mrajapati sebagai tempat pemujaan alam kosmis untuk menetralisir kekuatan positif dan negatif. Umat Hindu Bali percaya bahwa orang yang mati sebelum masuk sorga, mereka dibawa ke Pura Dalem Puri yang diyakini secara niskala dalam pura tersebut terdapat sebuah kawah yang disebut Candra Goh, jembatan yang disebut Titi ugal-agildan Tegal Penangsaran serta hutan pohon kayu curiga yang ada dalam pura dalem ini. Jajaran Pelinggih di pura dalem ini sebgaimana disebutkan dalam artikelesensi & konsepsi pura sebagai tempat suci di bali, pelinggih - pelinggih yang ada di pura dalem disebutkan : Gedong Linggih Sthana Dewi Durgha (Sakti Siwa)Linggi...