- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Kata-Kata Mutiara Hindu Bali
Wasita nimitanta manemu laksmi, wasita nimitanta pati kapangguh, wasita nimitanta manemu duhka, wasita nimitanta manemu mitra (Nitisastra, Sargah V. bait 3). Artinya : Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat. Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam, Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse, Mitrasya caksusa samiksamahe Yayur Weda XXXVI.18 Artinya : Semoga semua mahluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga saya memandang semua makluk sebagai seorang sahabat, semoga kami berpandangan penuh persahabatan. Man mana bhava madbhakto madyaji mam namaskuru, mam evai syasitbai vam atmanan matparayanah (Bhagavad Gita IX.34) Artinya : Pusatkan pikiranmu kepada-Ku, berbakti kepada-Ku, dan setelah kau mendisiplinkan jiwamu, maka Aku akan menjadi tujuanmu yang tertinggi dan...
PURA DALEM
Pura Dalem Pura Dalem adalah berfungsi untuk pemujaan kepada Dewa Siwasebagai bagian dari Kahyangan Tiga yang terdapat di setiap desa adat di Bali. Dalam sejarahnya, dahulu disebutkan Pura Dalem merupakan pemujaan kepada Dewi Durgasebagai Dewa utama dari Sekte Bhairawa, sehingga Pura Dalem ini sangat erat kaitannya dengan setradan Pura Mrajapati sebagai tempat pemujaan alam kosmis untuk menetralisir kekuatan positif dan negatif. Umat Hindu Bali percaya bahwa orang yang mati sebelum masuk sorga, mereka dibawa ke Pura Dalem Puri yang diyakini secara niskala dalam pura tersebut terdapat sebuah kawah yang disebut Candra Goh, jembatan yang disebut Titi ugal-agildan Tegal Penangsaran serta hutan pohon kayu curiga yang ada dalam pura dalem ini. Jajaran Pelinggih di pura dalem ini sebgaimana disebutkan dalam artikelesensi & konsepsi pura sebagai tempat suci di bali, pelinggih - pelinggih yang ada di pura dalem disebutkan : Gedong Linggih Sthana Dewi Durgha (Sakti Siwa)Linggi...
Sembahyang 3 : Panca Sembah
Sembah Pertama : Om àtmà tattwàtmà sùddha màm swàha Sembah Kedua : Om Adityasyà param jyoti rakta tejo namo'stute sweta pankaja madhyastha bhàskaràya namo'stute Sembah Ketiga : Om nama dewa adhisthanàya sarwa wyapi wai siwàya padmàsana eka pratisthàya ardhanareswaryai namo namah Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Trilokanam Sarwa Jagat Pratisthanam Sarwa Roga Wimurcitam Sarwa Lara Winasanam Sarwa Wighna Winasanam Wighna Desa Winasanam Sembah Keempat : Om anugraha manoharam dewa dattà nugrahaka arcanam sarwà pùjanam namah sarwà nugrahaka Dewa-dewi mahàsiddhi yajñanya nirmalàtmaka laksmi siddhisca dirghàyuh nirwighna sukha wrddisca Sembah Kelima : Om Dewa suksma paramà cintyàya nama swàha. Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om
Tempat Ibadah Kita ( Agama Hindu )
Tempat sembahyang kita ( Agama Hindu ) disebut berbeda-beda di berbagai belahan dunia. Di Bali, namanya Pura. Di India namanya Mandir. Di Jawa namanya Candi. Siapapun boleh memasuki tempat suci dan bersembahyang. Namun sesuai tradisi Hindu di Bali, Wanita yang sedang menstruasi tidak diperkenankan masuk ke dalam pura. Demikian pula, sesuai tradisi, mereka yang sedang berduka cita (karena ada keluarga yg meninggal), tidak diperkenankan memasuki Pura, sampai dengan jenasah yg meninggal, di kuburkan / dikremasikan. Bagian paling utama dari Pura adalah Padmasana. Disimbolkan sebagai kursi yang kosong. Mengapa kosong / mengapa tidak diukir Arca / Murti ? Karena dalam tradisi Hindu Bali, Tuhan disebut dengan Acintya (tidak terpikirkan). Orang memasuki Pura, dengan tujuan untuk bersembahyang. Karenanya, penting untuk menjaga kekhusukan dan konsentrasi, agar umat lain yang sedang bersembahyang tidak terganggu. Umumnya etika di Pura adalah : 1. Tidak bertengkar...
PENGERTIAN DAN MAKNA UPACĀRA MAPANDES
Panca Yajña adalah lima jenis karya suci yang diselenggarakan oleh umat Hindu di dalam usaha mencapai kesempurnaan hidup. Adapun Panca Yajña atau Panca Maha Yajña tersebut terdiri dari: 1. Dewa Yajña. Ialah suatu korban suci/ persembahan suci kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan seluruh manifestasi- Nya yang terdiri dari Dewa Brahma selaku Maha Pencipta, Dewa Wisnu selaku Maha Pemelihara dan Dewa Siwa selaku Maha Pralina (pengembali kepada asalnya) dengan mengadakan serta melaksanakan persembahyangan Tri Sandhya (bersembahyang tiga kali dalam sehari) serta Muspa (kebaktian dan pemujaan di tempat- tempat suci). Korban suci tersebut dilaksanakan pada hari- hari suci, hari peringatan (Rerahinan), hari ulang tahun (Pawedalan) ataupun hari- hari raya lainnya seperti: Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Nyepi dan lain- lain. 2. Pitra Yajña. lalah suatu korban suci/ persembahan suci yang ditujukan kepada Roh- roh suci dan Leluhur (pitra) dengan menghormati da...